Senin, 10 Maret 2014

PUISI SAKSI TULIP

serupa tulip menanti, Sultan Hotel Jakarta, 10/11-maret-14
saksi tulip

dapati kumtum dan mekar malam itu
sekilas tulip menanti 
menyambut pulang lelah
menambah girang suasana hati
setelah harum seberang menjawab
kendati sedikit acuh

rumpun jambangan tulip
kuatkan rekat itu tak boleh pupus
ingatkan kembali lukis bersama
wujudkan semarak jiwa tak berbendung
tujuh tahun silam

harumnya ternikmati
hingga malam ini
tiada makna usik rasa turun naik
andil gelora termiliki
 semerbak malam tandai tulip tak lepas
pujian untukmu jambangan
tumpuan tulip

jakarta. 10 malam 11 maret 2014


Minggu, 09 Maret 2014

PUISI ALASAN TUDUH

semeter lebih yang tertuduh

ada alasan baru ungkap
tuduhan yang hambat jum'at tanya
katanya mulai mentel
selalu berdamping dengan sosok sama

berlari menggapai facebook
kayaknya belia baru remaja
cermati ragam pose di sana
terekspose sosok gempal pendek sumringah
yang dicurigai
yang jauh berbading dengan peng-alasan
tapi maklum juga adanya
sosok gempal semeter duapuluhlima
menyeringai namun tak mampu menyaingi
hadir usung alasan

jakarta 09.03.14

Sabtu, 08 Maret 2014

PUISI SALAH DIALOG

suatu dialog minggu pagi, o9 maret 2014, menanti episode golden ways ala mario teguh yang cukup diminati banyak kalangan di indonesia. ada cerita curiga dan saling tuding pagi ini dari jarak antar pulau dan layak dikemas dalam puisi pagi. 

salah dialog

mungkin aku salah
karena merasa bersalah
atas upaya yang salah
pun dipersalahkan

tiada hubungan, katanya
takpun perlu berpuisi macam-macam

tatkala sasaran ungkap henti
alihkan padanya, alam

tak perlu banyak asumsi
nikmati saja hari-harimu
ya, ternikmati juga rasa salah ini
tak perlu, aku ikhlaskan tiada masalah
tidak, aku tetap menyayangimu

tak perlu perpanjang bahasan
nikmati hari-harimu itu
makanya aku ungkap pada alam
ya, aku nikmati hari-hariku tercurigai

nanti malam episode golden ways
bercerita tentang wanita tak pernah salah

jakarta, 09.03.14



JOKOWI

Jokowi
 
Razuardi Ibrahim dan Jokowi, Sabtu 08-03-14
Ketika menunggu masuk ke pesawat, aku duduk di kursi panjang yang disediakan di ruang tunggu Airport Kuala Namu, Medan. Sabtu (08/03/14), hari ini, aku ke Jakarta untuk suatu tugas bersama Bupati Hamdan Sati, namun aku lebih duluan berangkat sedangkan Bupati besok, minggu. Sepintas  aku lihat banyak orang-orang berkerumun, berhenti dan berjalan ke arah pintu masuk pesawat. Ada juga penumpang lain yang bangkit dari kursinya untuk berfoto dengan satu sosok yang dikerumuni tersebut. Keadaan itu tidak menyita perhatianku sambil mengambil posisi membelakangi kerumunan yang perlahan mendekat ke kursi di belakangku. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sapa seseorang dengan memanggil nama pasaran-ku, “bang esek,” katanya setengah berteriak. Aku menoleh, ternyata sosok yang memanggilku Pak Dicky Sondani, Kapolres Aceh Tamiang, sedang dalam rombongan Jokowi, Gubernur Jakarta. 
Jokowi dan Dicky Sondani, 08.03.14
Dia menyalamiku sambil memperkenalkan  aku dengan Jokowi. “Ini Sekda saya pak,” kata pak Dicky tentang aku kepada Jokowi seraya menerangkan pula bahwa Jokowi adalah temannya. Aku melihat Jokowi memang sosok bersahaja dan membiarkan dirinya ditarik sana sini untuk difoto oleh siapa saja yang meminta. Aku mengucapkan selamat kepadanya dan diapun menyapaku dengan sebutan yang disampaikan Kapolres saat memperkenalkan tadi. “Mau kemana Pak Sek,” tanya Jokowi singkat kepadaku. Akupun menjawab singkat tujuan keberangkatanku dan dia juga mengatakan tujuan keberangkatannya, “Pakan Baru,” katanya.


Jumat, 07 Maret 2014

PUISI JUMAT TANYA

jumat tanya

jum'at lalu ada tanya
namun tanpa gubris
kayaknya terganggu sesuatu
yang tak terpenuhi
dan memang tak mampu terpenuhi
berat terpaan orang-orang bernafsu
yang kadangkala sempurnakan hujatan 

ada seutas janji lalu
namun suasana tak kuat
ada racikan amarah
terpaan harapan sirna
jum'at ini ada tanya lagi
himpitan sibuk
tanpa gubris juga

kualasimpang-07.03.14


Rabu, 05 Maret 2014

UNGKAPAN SEKETIKA

rapat dolomit, 26.02.14

"Kualitas aura sosok mampu pupuskan ragam jasa yang pernah ada pada sosok lain"

di jurusan arsitek-ft-unsyiah-razuardi ibrahim, 05.03.14

Selasa, 04 Maret 2014

PUISI BELENGGU TERAWANG

belenggu terawang

cuaca gerah juga hari ini
gelagat macet ibukota
ada titik ceria paksa
terikat rona kolab
yang tak balas sapa

sesak juga dada
berbaur kerja 
pun belenggu terawang indah
mahfum akan suasananya

bandaaceh-04.02.14