Jumat, 30 Mei 2014

WISUDA PAUD

Wisuda Paud TSL, 29 Mei 2014

Ada yang menyenangkan juga tatkala menyaksikan balita menari dan menyanyi di suatu perhelatan kecil, wisuda anak TK. Besar rasa itu meski diundang berlapis, tanpa kata dari yang berkompeten. Kularikan kendaraan kencang dari timur menuju kumpulan anak-anak itu. Kuungkapkan tujuan mengasuh anak untuk masa depan, di panggung sederhana. Ceria melengkapi banyak pilu bungkam di tengah suasana, terlebih penghapusan identitas komunikasi sesama. Usai gemilang, beranjak kembali ke timur, menghela kenderaan hitam tengah gulita. Begitu kisah bulan dirgahayu yang tak berbalas itu. 

Selasa, 27 Mei 2014

PUISI ISRAK MIKRAJ

razuardi ibrahim, 27 mei 2014


hari ini
aku nyatakan apresiasi
terhadap tanggal kalender

hari ini
israk mikraj
kuatkan iman umat

hari ini
27 rajab 1435 hijriah
dalam pernyataan kamariah

hari ini
27 mei 2014 masehi
dalam ungkapan samsiah

hari ini 
dua paduan angka itu berhimpit
pada selasa cerah terik

hari ini
apresiasiku untuk dua pemahaman bulan
damai samsiah dan kamariah, matahari dan bulan

hari ini
sejarah perintah shalat
mahabesar Allah, tuhan semesta alam

Kalender Bulan Mei 2014 

Selasa, 06 Mei 2014

HADIAH LAIN LIMA MEI

Hadiah Itu, dicetak 05 Mei 2014 


Ada hadiah lain di hari Senin, 5 Mei 2014. Kementerian Hukum dan HAM RI memberi hadiah luar biasa di hari yang kunanti itu. Betapa kebahagiaan lain itu muncul dalam surat berharga yang melegalkan organisasi alumni yang dipercayakan kepadaku dan beberapa teman. Maha besar Engkau, Tuhan Yang Menentramkan hati umat manusia. Dua hari sebelumnya, yakni 3 Mei ketika rapat kerja, aku mengutarakan kepada beberapa rekan tentang legalitas KAFT sedang diproses di kementerian terkait. Sebagian kawan diam, tersirat tak percaya tentang hal yang aku sampaikan. Namun Dirham membesarkan hatiku dengan berbagai rencana kerja KAFT yang besar. Semoga organisasi ini mampu mengusung kebersamaan generasi almamater. 

Senin, 05 Mei 2014

PUISI APRESIASI WAKTU

semarak 24.03.14
apresiasi waktu

hari ini lewatkan ragam puncak
nyatakan capaian oleh waktu
ada pagar hati kokoh
belenggu haknya
dari usik diam jenuh
gusar saksikan hari-hari, katanya
abaikan cemarut maklum
dalam gejolak waktu

ada pagar hati
di capaian tujuh masa
yang tak peduli kecemburuan
satu anak manusia

ada pagar hati
yang apresiasi suatu kumpulan angka bernama
pengisi ramahnya dunia
lilikostu menggapai liliembe
tiada keluh tanpa balas itu
biarkan, tenunan eksotik menghangat

kualasimpang, 05.05.14


Minggu, 04 Mei 2014

RAKIT TEUPIN GAPEUH

Rakit Teupin Gapeuh, 1994

Rakit penyeberangan di Teupin Gapeueh 1994, dalam kunjungan Tim Pansus DPRD Aceh. Terlihat Ibu Armiati Hasbi (Golkar), Mufti Majid (Pimbagpro Pengairan), Razuardi Ibrahim Pimpro IPJK Aceh Utara, Maimun Mirdaz (Wartawan Serambi Indonesia), Sulaiman Daudy (PPP), dan Saifannur (Kontraktor pembangun Jembatan). Penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Tanah Pasir dengan Lhoksukon dan cukup rawan terhadap kecelakaan harta dan jiwa ketika itu. 

Senin, 28 April 2014

PUISI KUNJUNGAN

kunjungan

suatu kali kutanya
tentang kabar ayah sakit
tiada balasan satu katapun
kuulangi tanya itu
sama seperti kemarin
aku mahfum akan sosok tanpa maklum

suatu minggu kurampas sela waktu
yang sulit dalam kebutuhan anak didik
kularikan laju kunjungan suatu rembang petang
tiada sambutan salam dari ucapan berkali

jelang langkahku beranjak pulang
ada gerakan di belakang sana
ayah bersandar dalam sempoyong
kuhampiri seraya mengulang salam
ada senyum dibibirnya seraya mengumbar tanya
aku jawab untuk besarkan hatinya
matanya berbinar bercerita kabar menantunya kembali dari timur

dikemaskan sarungnya untuk membangkitkan menantu dan anaknya
yang masih tidur sore itu
ayah memaksa untuk mengetuk pintu
berkali kutahan dalam agar dia tak lakukan 
kuhargai upayanya untuk menyenangkanku layak biasa
walau relungku bicara lain tentang senyum masam
suasana yang aku tidak butuh ketika itu
ada ragam dialog ayah yang menyenangkan
dia bugar sore itu, semoga tetap bugar di jelang senja

matang geulumpang dua, 27.04.14

Sabtu, 26 April 2014

SEJARAH

Sejarah

Sejarah dapat membesarkan sosok. Begitu pula sebaliknya, mengkerdilkan, bahkan menghukum tiada akhir. Oleh karenanya, sejarah merupakan salah satu alat ampuh yang dapat dimanfaatkan untuk pencitraan dan pembusukan. Mencermati ketangguhan sejarah, sejak dulu para pembangun dinasti, kerajaan, pemimpin pemerintahan, dan lain sebagainya, memiliki penulis pribadi untuk memproteksi citra buruk yang mungkin terjadi di lingkungan keluarga-nya. Artinya, untuk memahami sejarah sudah selayaknya diduga, sekurang-kurangnya dalam suatu ulasan  terdapat dua kesimpulan berbeda. 23.104.14