Selasa, 01 Januari 2013

MUSISI JOEL MELODI

JOEL MELODI
JOEL MELODI, 2008
Dulu, joel bekerja sebagai karyawan di PT AAF Lhokseumawe, sebagai tenaga administrasi keuangan di pabrik pupuk itu. Sambil bekerja, Joel juga aktif dalam setiap kesempatan show mengiringi artis-artis lokal dan nasional. Dia pernah tampil memeriari event SIBLONG, yakni pertarungan tampil musisi rock se sumatera bagian utara, di Medan. Setelah pabrik tempat ianya bekerja tutup, Joel mencoba hidup sebagai kontraktor dan diyakini banyak rekan, tempur. Musisi ini cukup rendah hati dan banyak menerima tempahan mental dari musisi Khalid Radjab. Sekarang Joel menetap di Langsa menjalankan rumah pelatihan musik milik seorang rekan, Anto. Banyak rekan yang menyenangi Joel, karena ianya tidak sungkan mengajarkan musisi lainnya yang ingin bergabung. Aku pernah tampil dengan dalam beberapa kali pesta pernikahan. Dia menyukai lagu "Sabang," karya Yon Asma (alm) dan terkenang sawer dari penggemar lagu "Yang Pertama dan Terakhir,"nya Ermi Kullit.

PIASAN SENI


Tampil di Piasan Seni

Razuardi Ibrahim di Piasan Seni Desember 2012
Piasan Seni diadakan di Banda Aceh pada 28 Nopember hingga 2 Desember 2012. Jauh-jauh hari, Event Organizer (EO) acara itu, Mahrisal Rubi, kami biasa memanggilnya Adek Mahlel, memohon agar aku dapat hadir dalam perhelatan seni itu. Di Acara itu aku bertemu dengan seniman papan atas Aceh, seperti Rafli, Ampon Yan, Adek Mahlel, dan beberapa yang lain.

Dalam acara hari terakhir, telah dipersiapkan event Bincang Seni, yakni suatu dialog para seniman dengan para eksekutif atau legislatif, yang bekerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sore hari jelang penutupan, 2 Desember 2012, aku dan Boy (Ketua DPRK Banda Aceh) dipersilahkan mengambil tempat depan panggung untuk ditanyai sesuai topik, tentang hubungan seni dengan kebijakan pemerintah.

Cukup santai acara sore itu. Para pengunjung mengharapkan aku dan Boy (Yudi K) dapat menyanyikan beberapa lagu. Kami tampil sekitar 5 orang, yakni Boy memegang bass, Daud mantan gitarist Galapagos Band, 2 orang anak muda asuhan Adek Mahlel pada posisi rythm dan drum, sementara aku mengisi vokal. Hanya 2 lagu yang dapat kami tampilkan mengingat waktu yang sangat terbatas, yakni lagu Tanoh Lon Sayang, karya T Djohan dan Azib Lamnyong, dan Jambo-jambo karya Ayah Ubiet Meulaboh.  

Daud Galapagos, Razuardi Ibrahim, Boy (Yudi K), Taman Sari banda Aceh, 2012


MUSISI MAHRISAL RUBI


Mahrisal Rubi
MAHRISAL RUBI, 2008
Aku sering berdiskusi dengannya sejak tujuh tahun lalu. Rumahnya di tepi jalan nasional Banda Aceh Medan, di tepi jembatan rumbia, Bireuen. Aku lebih dulu akrab dengan abangnya, Mahlil Rubi, seorang dokter yang pernah bertugas di salah satu Puskesmas di Bireuen. kami memanggil Mahrisal dengan sebutan Adek Mahlel.  Ia seorang musisi dan komponis yang memiliki talenta setara seniman nasional. Memang dia pernah betualang di Jakarta selama beberapa tahun. Menurut pengamatanku, Adek merupakan seniman yang ramah, yang memperlakukan pekerja seni lainnya dengan penuh pengertian. Aku membuktikan itu pada saat Adek memberi arahan kepada crew-nya di Piasan Seni. Dia juga seniman yang berani menantang kondisi untuk keberhasilan sebuah event. Banyak aransmen yang telah diciptakan pria kelahiran 1980an ini, salah satunya aransmen lagu Kuthiding yang sarat perkusi dan sangat populer di Aceh sejak 2009 lalu.

H SAFWAN RAZAK


H Safwan A Razak

H Safwan Razak
 Aku mengenal Bang Wan, panggilan H Safwan A Razak, pada tahun 1991. Waktu itu Bang Wan mendapat pekerjaan di bidang ke-ciptakaryaan, yakni pembuatan jalan lingkungan. Aku diperintahkan Sekda Aceh Utara, waktu itu Ismail Bantasyam, untuk menerima dan menjelaskan teknis kerja jalan tersebut. Pertemuan pertama dengan Bang Wan cukup mengesankan, di mana dia menunjukkan keramahan dan kesopanan yang tinggi meskipun aku jauh di bawah usianya. Suatu hari aku ke Bireuen untuk melihat lokasi kerjanya. Di sana aku ditemani anak buahnya dan Bang Wan sendiri. Dia tinggal di Desa Geudong Teungoh, desa yang rapat sekali penduduknya di pusat kota Bireuen.

Anak-anak muda di desa itu umumnya menyenangi Bang Wan. Di samping cukup dermawan, Bang Wan sebagai tempat mengadu tatkala anak-anak muda di desa itu berurusuan dengan aparat berwajib seperti terlibat perkelahian, tabrakan, dan lain sebagainya. Di rumahnya, Bang Wan banyak menampung anak-anak muda putus sekolah, tidak punya kerjaan, dan yang kurang mampu. Setelah itu baru aku ketahui bahwa Bang Wang adalah Ketua AMPI wilayah Bireuen. Bang Safwan meninggal dunia pada 2012.

MUSISI KHALID RADJAB


Khalid Radjab



Dia seorang pemain saxsophone handal, berasal dari keluarga seniman musik. Abangnya Muis Radjab pernah memimpin orkes symphony di Jakarta. Aku banyak mendapat pengetahuan sejarah permusikan di Aceh. Kami memanggilnya Bang Khaled, bertempat tinggal di Hagu Lhokseumawe.  Dia cukup manusiawi dalam bermusik, dalam pengertian memberi perhatian terhadap kesejahteraan rekan-rekannya yang lain.

Khalid Radjab, 2008
Dia tidak pernah mengeluh terhadap apa-apa yang dihadapinya. Tidak jarang setelah bermain musik, Bang Khalid tidak mendapatkan reward dari pengguna jasa selain, terimakasih. Sulit mencari pengganti Bang Khalid untuk bergabung dalam suatu grop musik. Tidak pun Bang Khalid menuntut banyak dari pihak mana saja setelah melihat kondisi permusikan kurang menguntungkan. Bang Khalid meninggal dunia pada 8 Agustus 2010 dalam usia 61 tahun di kediamnannya, Lhokseumawe.

FILOSOPI INDERA


Sebatas Filosopi Hirup dan Komen

ekspresi dua indera, model artis dikenal
Dalam keseharian masyarakat, kecenderungan respon yang diberikan terhadap berbagai hal meliputi  filosofi pengeksploitasian panca indera. Indera yang digunakan hanya empat yakni mata, mulut, hidung, dan telinga. Penggunaan indera yang dilakukan lazimnya hanya dua-dua saja namun mulut tetap berperan. Seperti orang tertentu hanya memanfaatkan mata dengan mulut, hidung dengan mulut atau telinga dengan mulut saja. Instabilitas kondisi di dalam masyarakat negeri berkembang cenderung akibat dominannya peranan mulut. Namun respon akan lebih positif jika menggunakan empat indera sekaligus, yakni hidung, telinga, mata dan mulut, setelah terproses di alam pikir.  

TAHUN BARU 2013

BERHARAP 2013 LEBIH MENJANJIKAN
KEPADA SEMUA KEHIDUPAN
KEPADA SEMUA MASA DEPAN
KEPADA SEMUA KEDAMAIAN
rajju 010113

Razuardi Ibrahim, Bireuen 2011