Rabu, 19 Maret 2014

DI BEPEKA





Bahasan Draft Kesepakatan Di BPK

Kegiatan pembahasan draft kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten, BPK, dan Bank Aceh terhadap sistem online anggaran yang bertujuan agar penggunaan anggaran daerah lebih akuntabel dan dapat terinformasikan penggunaannya setiap waktu merupakan langkah tepat untuk mendukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Upaya yang digagas BPK ini dirasakan cukup positif dan mendapat dukungan dari semua kabupaten-kota di Aceh. Indikasi ke arah ini  tersaksikan dengan hadirnya unsur Sekda, Inspektur Kabupaten, dan Kepala Keuangan masing-masing kabupaten-kota untuk membahas draft dimaksud.

Usai penandatanganan kesepakatan tentang Sistem Online Anggaran di BPK Perwakilan Aceh, 18 Maret  2014

PUISI CERDAS LIPUT

Peliput Cerdas Borneo

cerdas liput

cerdas itu meliput alam
apresiasi sebuah kompetisi
hantarkan cerdas itu mandiri
berikut sedikit pinta
yang buntukan rongga pikir sekejab
atas ingin sama
dalam suasana teringini
terawang dingin malam borneo
menyatukan kisah-kisah baru
ada tanya gerak tak terjawab pagi itu
tak pun ulangi usik rasanya
bergelut sendiri

banda aceh, 19.03.14






POISI INDAH KELIRU

bulan 16.03.14

indah dalam keliru

aku keliru kemarin
purnama itu esok hari
bundarnya serupa lima belas
hari ini enam belas maret malam
penerang langit itu lebih indah dari duga
ekspresi awan layaknya tangan
menampung indahnya bundar putih terang
begitu lukisan alam berkisah
apresiasi untukku
andil menjaga indah belenggunya


16.03.14

Sabtu, 15 Maret 2014

EVALUASI OTONOMI

Penumpang tujuan Jakarta, maert 2014, airport Kuala Namu


Evaluasi Otonomi


Tatkala otonomi daerah digelindingkan setelah Republik Indonesia memasuki era reformasi, 1998, banyak harapan dari berbagai kalangan bahwa ragam pertumbuhan akan marak di masing-masing kabupaten-kota. Kala itu, para pemimpin nasional membangun konsep pengaturan yang sebelumnya sentralistik (terpusat di Jakarta)  menjadi desentralistik (menyebar ke kabupaten-kota). Harapan ini tentunya menggambarkan berkurangnya jumlah kunjungan aparatur ke pusat karena konsep otonomi memberi peluang kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri, khususnya ekonomi. Namun kenyataannya, hingga tahun 2014 kunjungan aparatur daerah ke pusat tidak berkurang dari segi jumlah malah dapat diasumsikan bertambah. Tentu ada hal yang perlu dievaluasi dari aspek makro sistem sehingga harapan otonomi untuk menyebarkan berbagai pertumbuhan daerah dapat segera terwujud.  

TEMUAN KATA MARET


razuardi ibrahim, 15.03.14

“jika menggenggam hasrat untuk besar, pahami suatu ketabuan untuk tidak memperdagangkan, yakni kepercayaan”

(rajju, 08-03-14)

PUISI LAPAR


nyanyian lapar

malam itu aku lapar
kerabat fathul tawarkan beberapa
aku pilih melahap sayur
lengkapi nasi putih
tiada lama untuk simpul tuju
warung sunda menantiku
berikut pentas musik empat anak jakarta
mereka memanggil tetamu
aku jadi sebutan pembawa acara

beberapa mereka menyebut warna bajuku
kali ke-tiga tak kubiarkan
pupuskan harapan beberapa pelayan di sana
kupilih sai an ju ma au
lantunan kesohor dari batak
imbangi beberapa nyanyian masyarakat timur
mereka bertepuk salah sangka
mauliate, kataku meyakini

jakarta, 09.03.14


PERGUNJINGAN LENGSER

razuardi ibrahim, tamiang 15.03.14

Pergunjingan Lengser


Suatu ketika, 2011, beberapa pejabat lengser gusar dalam ekspresi mempergunjing keadaan. Usia mereka sudah memasuki masa pensiun dan diperpanjang karena alasan tertentu. Dengan mengambil suatu tempat di warung kopi, mereka menceritakan berbagai kesalahan para pihak yang dirasakan melengserkannya. Aku yang dilaporkan beberapa bawahan tidak peduli hal serupa ini, tentu disebabkan kebiasaanku tidak tertarik terhadap hal-hal yang tendensius dan ambisius. Namun aku cermati perjalanan mereka setelah menduduki jabatan kembali, untuk sekedar pembelajaran terhadap generasi, hasilnya tetap tidak lebih baik dari hal yang dipergunjingkannya. Artinya, tendensi pergunjingan tidak menjamin orang akan merubah diri menjadi lebih baik.