Kamis, 25 April 2013

ZULFAN KEPALA BI

Razuardi Ibrahim dan Zulfan, April 2013

PUISI UNDANGAN

undangan pagi buta

memang lapar pagi ini
ada undangan makan di sebuah pesan
pesta seorang kerabat yang lupa
namun mengenyangkan
karena dari sosok tak tidur 
yang asyik mengundang dan koreksi tugas
tapi serba mungkin
tak nyenyak andil usik
geliat lawan sisi
saling bantah tuduhan
hingga jelang rembang pagi
tak mungkin dalam gulita katanya
kapan kiranya dalam tanya
tak perlu tau jawabnya
sambil koreksi yang ditulis
tak ada kaitan pungkasnya
jawab lagi tapi tanpa balas
diam
waktu makan siang tiba
usiknya dalam tanya
saling bantah dalam lapar siang
tidak lapar lagi dengar jawabnya salah duga
diam, tulis kisah untuk kenyang
tuntaskan undangan pagi buta

banda aceh, 250413



SILATURAHMI WWF

malam silaturahmi WWF, 23-04-13

Pada malam tanggal 23 April 2013, aku ditelepon Dede WWF, untuk menghadiri temu silaturahmi dengan petinggi WWF dari seluruh Indonesia. Aku menyempatkan hadir malam itu, kebetulan aku tidak punya kegiatan khusus. Lumayan ramai undangan malam itu, yang terdiri dari pejabat propinsi, berbagai LSM berbasis lingkungan di Aceh. Tentu aku berbesar hati atas penghargaan kawan-kawan WWF yang mengharapkan aku dapat hadir karena petinggi WWF Eropa juga datang. Acara itu diselenggarakan di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Cafe tepi kolam renang di hotel itu sesak oleh para undangan yang memang komit untuk makan bersama aktivis lingkungan. Kayak biasa dalam acara santai serupa itu, aku dipanggil untuk menyanyikan sebuah lagu, "menghibur para tamu," kata MC di situ. Tidak berlebihan, aku merasa senang juga karena tamu luar menyatakan surprise, meskipun nyanyian yang kulantunkan tidak sebaik para tamu dari ibukota.

ACEH REPTILE PARK


Aceh Reptile Park
 
suasana makan malam dalam dialog
Aceh Reptile Park
Tadi malam (Rabu, 24/04/2013), kami makan bersama rekan-rekan pecinta lingkungan di salah satu cafe di Banda Aceh. Dari banyak hal yang kami ceritakan, Bupati Hamdan mengungkap bahwa dia akan mewakafkan lahan keluarganya seluas satu hektar untuk penyelamatan tongtong, sejenis penyu rawa yang mulai langka. Bahasan semakin hangat, tatkala kami juga mengulas banyaknya buaya di muara sungai di salah satu kecamatan di Tamiang. Rekan-rekan pecinta lingkungan semakin bersemangat dalam menyahuti komitmen Bupati Hamdan. Aku mengajak para volounteer tersebut untuk membuat taman reptil di muara itu. Langsung saja kawan-kawan, khususnya Azhar dari WWF memberi judul terhadap rencana awal itu, “Aceh Reptile Park”,  katanya. Semua kawan setuju dengan ragam khayal masing-masing, namun yakin untuk terealisir. Setidak-tidaknya, kami telah memulai berpikir dalam santai yang terdiri dari :
 
salah satu sudut dialog
Hamdan Sati (Bupati Aceh Tamiang)
Razuardi Ibrahim (birokrat)
Ratno Sugito (TI)
Badrul Irfan (Forum Orang Utan Aceh)
Azhar (WWF)
T Multazam (Micro Hidro Community)
Yusman (WWF)
Ridwan Setiawan (WWF Ujung Kulon)
Muhajir (Micro Hidro)

KOMITMEN REKAN DALAM MEMBANGUN

Aku dan Nazar di Meuligoe Gubernur Aceh, 250413
Sekira jam setengah dua Nazar, rekanku dari Bireuen datang ke tempatku akan rapat di Meuligoe Aceh. Kedatangannya tepat waktu, karena jika terlambat lima menit saja, aku sudah mulai masuk ruangan rapat. Aku teringat Hasanuddin dan bersegera meneleponnya. Tidak seperti biasanya, Hasanuddin berhalangan hadir saat itu. Aku berharap dia bisa meluangkan waktu untuk membahas beberapa bangunan fisik di beberapa kabupaten yang butuh lanjutan. Hasanuddin merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat dalam menyelesaikan keterbengkalaian beberapa bangunan yang berada dalam wilayah kewenangannya. 
Aku dan Hasanuddin
telaah gambar teknis 



Aku mengajak Nazar foto bersama sebagai indikasi dia pernah bertemu denganku dalam waktu yang tidak terjadwal. Aku juga meyakini Nazar merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat dalam memenuhi prasarana pembelajaran di salah satu perguruan tinggi di Bireuen. 

Rabu, 17 April 2013

KONTER BPD

Mulyadi, 2011


Konter BPD Baru Buka

Minggu, 14 April 2013, Mulyadi stafku yang menjabat selaku Kepala Bidang Pendapatan di dinas DPKKD Bireuen,  saat aku masih di Bireuen meneleponku, mengabari bahwa konter Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh cabang Bireuen telah dibuka di Kantor Bupati Bireuen. Sekarang nama kantor itu Bank Aceh dengan logo yang baru berupa kelopak bunga yang hendak mekar. “Besok, hari senin, kantor kas penerimaan BPD diresmikan pak,” kata Mulyadi sambil menjelaskan lokasi konter itu masih di tempat yang kami rencanakan dulu, di pojok timur bagian depan kantor bupati. Selaku pejabat yang bertugas di bidang penerimaan daerah, tentu Mulyadi berbesar hati atas konsep penyederhanaan organisasi penerimaan. Aku juga senang atas berita terealisasinya rencana sederhana itu. Selain melengkapi konsep transparansi yang pernah kami bangun bersama, kehadiran konter Bank Aceh itu juga cukup membantu kelancaran administrasi penerimaan daerah. Aku juga salut kepada Mulyadi, karena dia juga pekerja keras yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), tatkala anggaran daerah mengalami kesulitan beberapa tahun lalu.  



PUISI TAK BALAS



dua sejumput, 160413

Menggantung Tanpa Balas

hujan menerpa
menelungkup pucuk asa lekang  dimakan usia
renta bergelayut dalam putaran masa bias
lepas dalam pulas
tatkala rona beda mekar pertanda memuja
140413

deru angkasa imbangi lamun
terawang pilu lanjut
andil tak gubris jeritan letih
asa ditunggu pupuskan lelah
tak kunjung hadir untuk biarkan
140413