Rabu, 12 Maret 2014

CERITA BIRMA

Kisah Rakyat
Simbol rakyat, Raja Ikrar Angkasa dan Dewi Safiadona


Pernah dikisahkan dalam hikayat lama namun baru diceritakan bahkan terulang dalam pasangan pengagum cinta. Di suatu tempat, di negeri Birma, terjadi pautan batin antara pria Raja Ikrar Angkasa dengan Dewi Safiadona. Negeri itu juga telah mengenal peradaban Melayu sejak lama. Ciri lain dari masyarakat di sana, yakni mengenakan pakaian resmi. Alkisah Raja Ikrar Angkasa dengan Dewi Safiadona kerap dikisahkan oleh masyarakat di sana pada zaman itu. Mereka mengekang cinta hakiki yang datang tatkala rentang usia mereka sudah relatif jauh, boleh dikata dua kali lipat. Masing-masing dari mereka sudah memiliki pasangan dan beberapa anak. Bertahun mereka nikmati asmara dengan cara mereka sendiri bahkan menjadi simbol keserasian lingkungan. Suatu ketika Raja dan Dewi harus terpisah, sebagai konskwensi pekerjaan masing-masing. Tentu tak dapat disangkal, keduanya bersedih, bahkan mengekspose kecemburuannya masing-masing. Raja berpesan bahwa,”tidaklah bijak hambatan temu untuk berdua mengusik gelora cinta hakiki milik bersama,” katanya. Ada makna tersirat dari ungkapan Raja yang perlu dipahami oleh banyak pasangan di millenium ke tiga ini.  Tidak tertutup dapat diartikan dalam ungkapan masyarakat kelas bawah dan lazim ditulis di dinding truk pengangkut pasir, becak, bemo, dan lain sebagainya, dengan kalimat antara tugas dan cinta.

Selasa, 11 Maret 2014

ESENSI ANGGARAN

Esensi Anggaran


Anggaran pembelanjaan daerah kabupaten secara umum dimaksudkan untuk melanjutkan roda pemerintahan kabupaten. Populernya dikenal dengan istilah APBK, yang diusul untuk setiap tahun anggaran. Dokumen APBK ini merupakan produk eksekutif (biasanya ditangani oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten, TAPK) bersama Legislatif atau DPRK melalui Tim Badan Anggaran (Banggar). Idealnya, besaran anggaran yang menjadi pendapatan daerah dibelanjakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Oleh karenanya, dalam APBK itu secara umum unsur pembelanjaan terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni belanja aparatur dan belanja publik. Saat ini lebih mudah dipahami dengan istilah belanja langsung (belanja modal), yang beresensi belanja untuk pelayanan kepentingan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur. Sementara itu, belanja tak langsung lebih beresensi kepada anggaran operasional aparatur. Persoalannya, tidak jarang besaran belanja tak langsung ini melebihi belanja langsung. Artinya, besaran anggaran untuk kepentingan masyarakat relatif kecil dibandingkan dengan biaya operasional aparatur. Banyak pihak memahami keliru tentang keberadaan APBK ini, khususnya dalam aspek penentuan besaran belanja publik dan aparatur. Malah tidak sedikit Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), melakukan protes tentang besaran anggaran yang dikelolanya, bahkan “bubarkan saja dinas kami jika memang tidak diperlukan,” ungkap sebuah pesan singkat tak jelas asal usul. Sesungguhnya, pesan ini layak dicermati untuk menyimpulkan keadaan seputar pengetahuan aparatur tentang tujuan dinas, badan, kantor atau lembaga lain. Bahkan perlu juga untuk mencermati tingkat pemahaman aparatur terhadap jumlah kelompok dan besaran dari stakeholders yang dilayaninya.


Adalah suatu isu menarik seputar pembahasan APBK Aceh Tamiang 2014 yang dapat diselesaikan tepat di akhir tahun 2013 lalu. Isu berasal dari SMS gelap yang di-foward oleh Sudirman, Kepala Bidang yang mengoreksi anggaran kabupaten-kota di DPKKA Propinsi Aceh, kepada Abdullah, Kadis DPKKA Aceh Tamiang, semakin memperkuat keyakinan tentang perlunya pemahaman tentang untuk siapa anggaran daerah itu disusun. Ungkapan dalam SMS yang beresensi keluhan kepada pihak lain, seakan lebih mampu menyelesaikan persoalan masyarakat di daerah itu. Bahkan tersirat, tendensi lobby yang dianggap lebih berpotensi menyelesaikan keluhan itu telah ter-mindset sebagai suatu tradisi. Tentu kekeliruan dalam mengarahkan keluhan semakin memperkuat asumsi bahwa ketidak-tahuan pihak tertentu tentang esensi keberpihakan anggaran. Keadaan ini layak dijadikan bahan pembelajaran sebagai upaya pencerahan aparatur dalam hal keberpihakan anggaran.     


PUISI BINGKISAN

karya berkata

teman dua bingkisan 

bingkisan terampil itu berkisah
kerja tangan anak kota budaya
sosok candi kecil dan mobil kayu
mungil bisu namun berkata-kata 
akan perjalanan dan kesaksian joli
diam kelam dalam desah pelan
suatu malam di ketinggian kamar ibukota

tiada sadari gerak antar kota
berikan peran lain bagi dua barang setia
mengemas nuansa jiwa kukuh berpadu saban waktu
kebisuan mereka membisik dada
dia tulus serah
untuk sempurnakan lelapmu

menanti jogya-2013






Senin, 10 Maret 2014

PUISI KOLAB METRO

Metro TV, 10.03.14

kolab metro

ada yang mesti dipahami
tatkala tugas lain membuncah
untuk gapai masa depan cerah
banyak dukungan moril kubutuhkan
tidak dengan ragam tuduhan
juga bungkam tanpa jawab
yang usik perhatian tuju

layar kaca sisihkan waktu
untuk kami berkisah rencana
membuka wadah masa depan anak negeri
yang tak rela jerat miskin berlarut

terimakasih metro
juga jawaban kolab seberang

jakarta-10-03-14


PUISI SAKSI TULIP

serupa tulip menanti, Sultan Hotel Jakarta, 10/11-maret-14
saksi tulip

dapati kumtum dan mekar malam itu
sekilas tulip menanti 
menyambut pulang lelah
menambah girang suasana hati
setelah harum seberang menjawab
kendati sedikit acuh

rumpun jambangan tulip
kuatkan rekat itu tak boleh pupus
ingatkan kembali lukis bersama
wujudkan semarak jiwa tak berbendung
tujuh tahun silam

harumnya ternikmati
hingga malam ini
tiada makna usik rasa turun naik
andil gelora termiliki
 semerbak malam tandai tulip tak lepas
pujian untukmu jambangan
tumpuan tulip

jakarta. 10 malam 11 maret 2014


Minggu, 09 Maret 2014

PUISI ALASAN TUDUH

semeter lebih yang tertuduh

ada alasan baru ungkap
tuduhan yang hambat jum'at tanya
katanya mulai mentel
selalu berdamping dengan sosok sama

berlari menggapai facebook
kayaknya belia baru remaja
cermati ragam pose di sana
terekspose sosok gempal pendek sumringah
yang dicurigai
yang jauh berbading dengan peng-alasan
tapi maklum juga adanya
sosok gempal semeter duapuluhlima
menyeringai namun tak mampu menyaingi
hadir usung alasan

jakarta 09.03.14

Sabtu, 08 Maret 2014

PUISI SALAH DIALOG

suatu dialog minggu pagi, o9 maret 2014, menanti episode golden ways ala mario teguh yang cukup diminati banyak kalangan di indonesia. ada cerita curiga dan saling tuding pagi ini dari jarak antar pulau dan layak dikemas dalam puisi pagi. 

salah dialog

mungkin aku salah
karena merasa bersalah
atas upaya yang salah
pun dipersalahkan

tiada hubungan, katanya
takpun perlu berpuisi macam-macam

tatkala sasaran ungkap henti
alihkan padanya, alam

tak perlu banyak asumsi
nikmati saja hari-harimu
ya, ternikmati juga rasa salah ini
tak perlu, aku ikhlaskan tiada masalah
tidak, aku tetap menyayangimu

tak perlu perpanjang bahasan
nikmati hari-harimu itu
makanya aku ungkap pada alam
ya, aku nikmati hari-hariku tercurigai

nanti malam episode golden ways
bercerita tentang wanita tak pernah salah

jakarta, 09.03.14