Sabtu, 15 Maret 2014

PUISI BULAN LIMA BELAS

bulan 15.03.14
Malam ini, 15 Maret 2014, bulan rada purnama atau banyak diistilahkan sebagai bulan lima belas (15). Sejak  awal tahun 2014, aku menyaksikan dua bulan yang berhimpitan hari bulan di langit dengan hari bulan di kalender, yakni pada 15 Januari dan 15 Maret.

bingkisan bulan

ingin kurampas bulan itu
benderang bundar malam ini
melawan pekat sekeliling
menggemaskan raih rayu penikmat
persembahkan pada sosok doyan bulan
bingkisan baginya dalam lelah
andil celoteh depan umat doyan ikan
di warung kopi suatu kota

dia jengkel karena pengeras suara
tak dukung vokalnya yang lantang dan lugas
dua matanya yang bundar tak mampu hentikan amarah
tak pun dipesankan petik bulan itu
pengobat kesal bertimpa dialog jarak

sadari dia pujaan pemimpi bulan
yang selalu nikmati pancaran
penerang cakrawala malam
sorot binatang malam berterbangan
gelombang dedaun disisir angin

tiada pelarangan
untuk kuhantarkan bulan sejuk itu
pengantar mimpi-mimpi

dalam perjalanan kualasimpang-lhokseumawe, 15 maret 2014
  
ingin kurampas bulan itu, 15.03.14 

PAMPLET PERINGATAN

Pamplet Peringatan



Aku hilir mudik melintasi Kota Langsa saban waktu sejak paruh akhir tahun 2012. Berkali aku memperhatikan sebuah pamlet peringatan beresensi syariat Islam di Langsa Barat yang dipasang sejajar jalan raya Medan-Banda Aceh. Berkali pula aku ingin membacanya dalam jarak dekat, namun waktu lintasan di tempat itu selalu saja pada malam hari sehingga sulit untuk mencermati kalimat yang tertera di sana. Suatu sore yang masih terang, aku sempat memotret pamplet itu dalam sedikit tergesa khawatir banyak orang menghampiri untuk bertanya. Isinya lumayan penting untuk membatasi gerak kaum wanita lewat empat ancaman masuk neraka. Aku sedikit bersyukur karena tidak tertera ancaman neraka kaum lelaki di sana seraya bertanya dalam hati siapa pembuat pamlet ini. Hari itu aku tahu bahwa yang membuat pamplet  itu Dinas Syariat Islam Kota Langsa yang mengutip sebuat hadist riwayat Muslim. Sepintas, aku berkesimpulan bahwa ide pemilihan hadist pada pamlet ini adalah kaum lelaki yang sedang membela kaumnya di tengah maraknya isu emansipasi wanita. Meskipun dugaanku keliru, aku meyakini tidak sedikit pihak lain yang berkesimpulan sama dalam konteks mendukung emansipasi suami.

Jumat, 14 Maret 2014

ISLAMI

Islami

Aku teringat ketika Pasangan Jokowi-Ahok lagi kampanye Calon Gubernur Jakarta, banyak pembusukan yang diusung para lawan. Satu kali, para lawan mengusik SARA, “Jangan Pilih Pemimpin Dari Kalangan Non Muslim,” komentar sebagian orang-orang yang mendukung pembusukan serupa itu. Aku tidak suka menyaksikan persaingan seperti ini, karena dengan memanfaatkan isu SARA untuk pemenangan,  berpeluang terjadinya keterusikan nilai terhadap komunitas muslim itu sendiri. Beberapa hari kemudian, aku melihat siaran di salah satu televisi yang memberitakan tentang spanduk bertuliskan, “Yang diperlukan pemimpin Islam atau Islami ?”. Pertanyaan atau komentar seperti ini setidak-tidaknya menjawab kekhawatiranku beberapa hari lalu. Islam adalah ajaran untuk penyelamatan manusia di dunia dan akhirat. Kewajiaban menjalankan syariat dari tuntunan Islam inipun jelas sebagaimana yang diisyarakatkan dalam rukun Islam. Oleh karenanya, jika seorang muslim menjalankan rukun Islam yang lima dengan konsekwen, dapatlah dikatakan individu tersebut sudah konsisten menjalankan Islam, dan dialah orang Islam (muslim). Namun banyak kalangan merpertanyakan tentang muslim tertentu yang tidak menjalankan syariat sesuai rukun Islam, tetapi melakukan pembelaan Islam secara luar biasa bahkan berlebihan. Tatkala Islam diperolok-olokan, tanpa membuang waktu untuk berfikir, reaksi yang dilakukan cukup tangkas, cepat, dan melampaui batas-batas yang diperkenankan. Kelompok muslim tertentu menamai sikap serupa ini dengan istilah fasiq, yakni orang yang menyaksikan tapi tidak meyakini dan melaksanakan. Kecenderungan seperti ini berpeluang memunculkan berhala baru terhadap ajaran Islam itu sendiri. Oleh karenanya, harus dihindari pemberhalaan terhadap Islam dalam artian hanya  menjadikan Islam sebagai simbol pemersatu untuk berbagai tujuan, antara lain politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.


DIALOG CHI

Masyarakat Sunda memaknai "ci" sebagai sungai atau air. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika nama lokasi tertentu menggunakan kata "ci" di awal nama-nama itu, seperti Citarum, Cisadane, Cibaduyut dan lain sebagainya. Sementara, masyarakat Aceh memaknai "ci" dengan arti coba atau mencoba. Dalam dialog "ci (chi)" yang belum diketahui makna bahasa yang dipakai sebagai berikut :

dialog chi

"chi"
"apa ?"
"aku panggil"
"ya, sudah sahut 'apa' tadi kan"
"chi"
"hai mama kirim salam, katanya 'tambah tampan dan banyak senyum' "
"amanah yang sangat terpaksa kusampaikan"
"oh chi lope"
"tak mengerti apa pesanmu itu"
"tak usah mengerti sekali"
"ini sedang terawang saja"
"suka-suka kamulah"
"dan tuntaslah puisi ini"

kualasimpang 14.03.14


GUGATAN STAKEHOLDERS


Razuardi Ibrahim, Tamiang, 06.03.14
Gugatan Stakeholders

Menyaksikan kondisi pelayanan pemerintah, khususnya di daerah, terkesan apa yang disajikan masih jauh dari tujuan pelayanan itu sendiri. Setidak-tidaknya demikian yang tersimpul dari berbagai informasi media. Suatu pertanyaan terlintas, “apa yang mesti dipersiapkan aparatur penyelenggara pemerintah, jika para pemangku kepentingan (stakeholders) menggugat pemangku jabatan bahwa ketidak-sejahteraan yang menimpa kelompoknya merupakan pelanggaran HAM”.



Kamis, 13 Maret 2014

PUISI CHI

Chi (Ci)

ci,
apa ?
aku sapa pagi
ya, sapa kehijauan saja
ada bibir ranum sambut
atribut hijau juga
benar ci, setelah merah itu pergi
ya, di sekililing mu
dan tertanggal ingat di selamu
tak perlu komen lagi
wo yao chi ni
aku ingin memakan mu

kualasimpang, 14.03.14


Rabu, 12 Maret 2014

PUISI IBU MUDA


pasar ibu muda 

pagi tadi
ibu muda marah
tak ingin ingat lagi, katanya
memorinya penuh sesak
akan tugas-tugas harian
terbersit ia sedang di pasar
jahit sepatu koyak
panas juga memberatkan emosi
dia jengkel keadaan

ibu muda itu pulang
mampir di tempat balita berkumpul
sebentar saja katanya
ada yang minta tolong
untuk merespon tampilan esok pagi
tenang, katanya
akan kusampaikan ke seluruh negeri
semoga ibu muda itu tak marah lagi

jakarta-12-03-14