Kamis, 07 Agustus 2014

TES NARKOBA

tes narkoba, 07.08.14

Kamis, 7 Agustus 2014, aku menunggu dr Fajri selesai rapat di Aula Setdakab Tamiang. Aku berencana melakukan konsultasi dengannya, seputar tes narkoba. Hal ini kurasakan cukup penting karena sejak 2013, isu tentang aku pengguna narkoba belum juga pupus. Kepala Dinas Kesehatan itu merespon positif tentang rencanaku untuk memeriksa urine sehingga kudapati laporan bebas narkoba. Lantas dia menelepon petugas rumah sakit umum untuk datang ke ruang kerjaku dengan membawa peralatan tes. Tidak lama setelah itu petugas analis datang ke ruangku dengan peralatan yang dibutuhkan untuk itu. Ada dua tes yang dilakukan pagi jelang siang hari itu, yakni tes shabu-shabu dan ganja. Karena aku bukanlah seorang pengguna, tentu hasilnya negative. Namun hasil dalam bentuk dokumen ini penting untukku dan aku meminta kepada petugas analis agar pengetesan ini dilakukan berkala. Sebelumnya, aku tidak merespon isu semacam ini, tetapi setelah ada yang mengaitkan dengan agama aku mulai tanggap. “Maksud saya, jangan karena pembiaran isu, agama jadi bahan olok-olok,” kataku pada dr Fajri seraya menjelaskan komentar beberapa, “untuk apa shalat kalau nyabu”.            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar