Rabu, 22 Mei 2013

DIALOG TAK DUGA


Penggalan Hikayat Melayu

Suatu hari di kota pinggir kampung Melayu. Lelaki paruh baya bergumam pagi sahuti suasana hati polos. Ia laksana pujangga tanpa mahakarya tapi berupaya berteriak panjang di udara dan tersahuti pula dari seberang. Sayup suara Putri Tunggal Sari Beruntai Ratna menggugah. Orang-orang banyak memperdebatkan tentang wajah Putri Tunggal Sari tatkala memegang tampuk kepemimpinan negeri warisan. Mereka dialog singkat dalam bayang,

dialog tak duga

sungkan juga
hampiri gemilang terawang
yang tersenyum memanggil
terawang lain gusar manja
yang kerap mendobrak suasana hati

karena hasrat senantiasa muncul
terawang ingin mengulang
padahal tak sedia adanya
tatkala harap membuncah dan ingin itu menggelitik
memang kita sulit menghindari

menyenangkan kata-kata itu
sama merindu

sulit menepis kerinduan yang senantiasa menyapa
pada buku, baju, hingga bantal lucu dari sosok sempurna
yang pernah menghiasi hari-hariku
andai bisa tergantikan.......
ya, kata-kata menyenangkan
dan menenangkan semata

orang desa berdebat
tentang inilah sosok
Putri Tunggal Sari
tatkala tua kelak. Namun
pujangga paruh baya
berkeras tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar