Jumat, 02 Agustus 2013

PEMILIHAN DEKAN TEKNIK

Dosen FT antar jurusan
April 2013
Pemilihan Dekan Teknik

Rabu, 1 Mei 2013, merupakan hari bersejarah bagi para civitas akademika Fakultas Teknik Unsyiah. Hari itu pemilihan pimpinan fakultas yang memproduksi para teknisi rancang bangun, ahli teknik. Dalam kesendirian di perjalanan, aku memohon kepada pemilik segala ilmu, Allah SWT, agar pemilihan di kampusku dulu itu tidak mengalami hambatan yang memalukan. Jika hanya terhambat dari kekurangan konsumsi tidak sulit diatasi, kebetulan aku mengetahui Maimun Bewok lagi di Banda Aceh. “Iya Mun, kau rebus air dan masak ongol-ongol aja,” jawabku lewat hape kepadanya yang mengaku resah jika terjadi pertikaian yang bermuara kepada lebel para alumni. Maimun juga tidak sepakat jika pemilihan pimpinan Fakultas Teknik membangun perpecahan berkelanjutan. “Coba kau liat waktu pemilihan dekan FKIP yang ribut awal tahun ini. Walaupun bukan fakultas kita tapi di koran-koran disebutkan Unsyiah,” kata Maimun sambil menggaruk dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu putih calon jambang. Ungkapan Maimun berdampak terhadap minatku untuk mencari kliping koran yang menceritakan konflik di fakultas keguruan beberapa bulan silam. Perseteruan para dosen untuk memperoleh jabatan struktural di kampus universitas negeri menggiring budaya curiga dan ragam premordialisme yang kian menggejala. Definisi pendidik kayaknya perlu ditinjau ulang, karena cukup mempengaruhi sistem pola pikir masyarakat. Indikasi ke arah itu lumayan banyak meski tersamar dalam suatu eleganitas ketabuan yang terjaga dalam keberpura-puraan.
 
Diskusi Sipil antar wilayah di Banda Aceh,  Januari 2013
Aku mendengar dari beberapa kerabat, para kandidat Dekan Fakultas Teknik Unsyiah terdiri dari tiga orang, yakni Abdullah, Mirza Irwansyah dan Khairil. Ke-tiga kandidat ini membentuk tim suksesnya masing-masing yang sudah barang tentu mengusung nilai jual. Mereka merupakan dosen terbaik dari jurusannya masing-masing, berturut-turut teknik sipil, arsitektur dan elektro. Dalam pemilihan hari itu, Mirza Irwansyah muncul sebagai pemenang dan bakal diserahi mandat memimpin fakultas itu selama empat tahun ke depan, 2013 hingga 2017. Mirza merupakan kerabatku yang juga se-angkatan denganku ketika kami sama-sama di Sekolah Menengah Lanjutan Pertama.

Dari berbagai pembicaraan, beberapa dosen mengungkap kekecewaan terhadap hasil pemilihan di fakultas bergengsi itu. Kekecewaan yang terjadi umumnya didasari atas pengalihan komitmen para pemilih terhadap sosok tertentu. Suasana hati yang tidak menguntungkan seperti ini sulit terpupuskan secara serta merta karena harapan perasaan yang cukup menggebu. Dampak lain yang masih dalam wilayah manusiawi dan pasti, yakni friksi perasaan antar pengajar di satu lokasi secara berkelanjutan. Namun satu pertanyaan, “berapa kalikah pemilihan dekan FT serta seberapa banyak  pula friksi perasaan antar dosen yang terakumulasi saban musim suksesi ?”. Semoga kampus para calon teknisi yang memiliki kompetensi papan atas di Aceh itu mampu memberi solusi terhadap suatu kondisi suksesi tanpa friksi di empat tahun mendatang. Dan yakinlah, contoh yang ditayangkan bukanlah bahagian solusi pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar