Sabtu, 19 April 2014

MINDSET LAMA

Mindset Lama Masih Bersemayam

FA merupakan anak kerabatku di Bireuen yang telah almarhum awal tahun 2000-an. Dia ikut sebagai calon legislatif pada musim ini, 2014, dari suatu partai. Aku mengenalnya sejak ia masih duduk di bangku SMA. Beberapa kali ia meminta sumbangan untuk persiapannya kampanye dan lain sebagainya. Sejak di Bireuen, 2008, aku pernah mengaguminya karena dia mampu mengartikan Alquran serta menghubungkan dengan ayat lainnya. Tidak aku saja, para orang tua yang lain-pun banyak mengaguminya karena kelihaiannya mengartikan kitab suci itu. Kesimpulanku kala itu, FA telah menemukan hidayah dan dapat dicontoh oleh anak muda Kota Juang yang sebaya lainnya. Tentu ada harapan lain dalam benakku, yakni terjadinya perubahan pola pikir pada generasi baru.
 
SMS, 21.03.14

Kali ini FA selalu mendesakku agar memenuhi kebutuhannya, bantuan uang. Aku berharap dia bersabar dan bila membicarakan soal uang hubungi saja ajudanku, Hendra. Banyak yang dia ceritakan kepada Hendra seraya memperburuk-ku karena ketidak-yakinannya tentang aku belum memiliki uang untuk hal-hal seperti keinginannya. Katanya, “Hendra, Pak Sekda itu kan pimpinan, tinggal bilang aja suruh bantu saya, pasti orang-orang bantu. Bilang aja nanti ada paket saya, pasti orang bantu”.  Pada suatu kali dia meng-SMS-ku, tersirat dia menganggapku mampu melakukan apa saja layaknya raja. Artinya, mindset tentang seorang Sekda banyak memiliki uang dan mampu bertindak dengan kesewenang-wenangan masih bersemayam di benak banyak orang. Tidak terkecuali generasi muda yang mengharapkan perubahan itu, seperti FA. Ternyata kekagumanku terhadap kemahiran seseorang tentang agama belum menjamin pola pikirnya berubah, setidak-tidaknya demikian tersirat dari pernyataan FA.  

1 komentar:

  1. Tgk Esek Tipe Mr FA ini mmg lg buanyaak sekali skrg di kolong dunia ini. Alah hom keu...!

    BalasHapus