Sabtu, 05 April 2014

PROMOSI MEKKAH

Promosi Mekkah


Hampir semua praktisi pembangunan ekonomi meyakini untuk meningkatkan pemasaran diperlukan promosi. Tidak berbeda dengan pemasaran objek wisata dalam rangka meningkatkan angka kunjungan. Tujuannya tiada lain untuk meningkatkan devisa negara atau daerah. Tapi berbeda dengan Kota Mekkah
Bappeda Bireuen, 2009
tempat orang berhajji, dengan ikon Kakbah di Masjidil Haram. Tanpa promosi sekalipun Mekkah setiap hari ramai dikunjungi umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Tak terbantahkan dampak ramainya kunjungan, devisa negara berlimpah di tempat itu. Pihak tertentu memberi argumen bahwa banyaknya devisa di Makkah lebih dikarenakan alasan sakral dan religius. Namun demikian, pembuktian ilmiah dapat diarahkan kepada suatu promosi lewat rukun Islam. Hingga hari ini, rukun Islam mampu membangun cita-cita setiap muslim untuk berkunjung ke Kakbah Baitullah (Rumah Allah). Meskipun belum setiap muslim melaksanakan secara utuh urutan rukun Islam tersebut, yakni syahadatain, shalat, shaum,dan zakat, namun kewajiban ke-lima itu kerap dicita-citakan. Tatkala kesempatan berhajji dibatasi dengan cara mengatur daftar tunggu (waitting list), kaum muslim memilih mengunjungi tempat itu dengan cara melakukan umrah, yakni menunaikan ibadah hajji kecil di luar musim hajji bulan Zhulhijjah. Artinya, promosi terbaik bagi suatu tempat atau barang adalah sesuatu yang dapat melekat ke dalam mindset idiologi yang dicita-citakan untuk diraih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar