Senin, 04 Maret 2013

ISTANA DARAT TAMIANG


Istana Darat Tamiang

Istana Darat, Tamiang
Masyarakat Tamiang menyebutnya dengan Istana Darat. Terletak di lintasan jalan nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di desa Tanjong Karang, Kecamatan Karang, Tamiang. Rumah yang terbuat kayu dan ditopang beberapa tiang beton setinggi 3,5 meter dengan luas kurang lebih 100 meter persegi. Rumah dua lantai itu merupakan warisan Raja Karang yang kemudian ditempati keluarga Teungku Mariani Arifin. Teungku Arifin merupakan keturunan Raja Karang yang berpulang ke Rahmatullah pada 1961. Menurut Ahmad Dahlawi Al Mujahid, salah seorang putra Tgk Amir Husin Al Mujahid, kakaknya yang tertua Cut Danila Helwani, lahir di rumah itu, sekitar tahun 1951. Rumah bersejarah itu dibongkar pada tahun 2011. “Mestinya pihak pemerintah daerah kala itu menyelamatkan rumah tersebut sebagai situs sejarah,“ kata Dahlawi yang pernah tinggal di rumah tersebut sekitar tahun 1968. “Pada tahun 1960-an, banyak orang-orang dari Gayo dari Lokop yang menginap di rumah ini untuk istirahat setelah beberapa hari perjalanan membawa hasil bumi,” kata Dahlawi lagi. Ianya juga meceritakan bahwa di rumahnya sering dikunjungi Pang Badu, seorang peramal dari Tanah Gayo. Sepengetahuan Dahlawi, rumah ini berasal dari istri pertama Teungku Muhammad Arifin dan tukang pembuat rumah itu berasal dari Cina.

Aku kembali ke rumah Dahlawi pada Selasa (5/3/13), untuk mengambil foto Istana Darat yang pernah ia janjikan minggu lalu. Foto itu agak kabur namun cukup dapat memberi ilustrasi terhadap bentuknya. Menurut pengamatanku, rumah itu pernah dipugar juga untuk memenuhi standar tempat tinggal, yang terindikasi dari bentuk jendela di bawah rumah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar