Jumat, 05 Juli 2013

MENGENDALIKAN APARATUR

Mengendalikan Aparatur

Di tahun 2013 masih banyak pekerjaan aparatur dalam hal pelayanan publik yang terbiarkan. Meskipun tanpa pengakuan resmi dari para pihak yang bertanggungjawab, indikasi ke arah ini cukup dapat dimaknai dari ragam info media cetak yang beredar di tengah masyarakat. Pada hakekatnya, ke-terbengkalai-an berbagai pekerjaan andil ketidak-terampilan aparatur pelayanan sektor tertentu. Betapa berita di layar kaca tentang meninggalnya bayi mungil akibat tidak terlayani dengan baik di rumah sakit tertentu, memiriskan perasaan kita. Boleh jadi persoalan ini dikarenakan kemalasan para aparatur pelayanan atau ke-tidakterampilannya. Lebih arif jika kita menganggapnya tidak terampil dalam menjalankan tugas.


Aku sendiri sering berhadapan dengan staf tidak terampil yang konsekwensinya memusingkan kepalaku. Dalam pencermatan yang kulakukan, ke-tidakterampilan aparatur seperti ini biasanya ditutup-tutupi dengan ekspresinya yang lain agar terkesan sibuk. Bagi para atasan yang tidak mampu menyimpulkan keadaan ini tentu terkecoh dari tampilannya. Untuk mengatasi hal ini para pimpinan harus mampu membangun pertanyaan terhadap laporan kerjanya yang selalu dihadirkan untuk menyibukkan para atasan itu. Jika jawaban yang ia berikan mengambang bahkan berbelit-belit, sebaiknya ungkapkan saja, “anda tidak mampu di tempat ini”. Aku pernah menggunakan cara ini ketika aku menjabat pemimpin proyek IPJK di tahun 1994 dan cukup efektif. Di tahun 2013, aku belum atau tidak menggunakannya lagi karena dalam posisi struktural sekarang, kecenderungan penempatan bawahan bukan atas dasar rekomendasi pejabat di atasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar