Jumat, 12 Juli 2013

NYANYIAN RAKYAT

Aku coba menulis syair Melayu dari kisah yang diceritakan beberapa orang tatkala aku makan siang di salah satu warung di Kabupaten Aceh Tamiang. Kisah itu menceritakan kerinduan seorang ibu terhadap anak lelakinya yang merantau.



Bukittinggi, Tamiang, 4 April 2013

Si Kulok Rantau

Lama kulok tak sua emak
Sakit di badan rindu di hati
Anak seorang pergi merantau
Ke pulau Kampai pergi melaut

Pulanglah kulok emak dah renta
Tak kuat badan jemput ke seberang
Jangan biarkan emak sendiri
Menangis sedih di gubuk derita

Tanah Tamiang siap menanti
Bawalah cucu si buah hati
tiada teman selain sunyi
kulok di nanti tak kunjung datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar