Kamis, 24 Januari 2013

SERI FAKULTAS TEKNIK-7


Sekilas Mubes 1988

Di tahun itu aku datang ke kampus hanya untuk main-main, minum kopi di kantin dan terpenting memperolok rekan-rekan yang belum seminar tugas akhir, di samping aku juga membantu mereka yang akan seminar dalam pembuatan caption, bahan presentasi produk karton dan spidol. Terlebih lagi,  aku suka sekali mengunjungi laboratorium pengujian tanah, tempat aku melakukan penelitian bersama beberapa rekan. Di laboratorium itu pun saban hari aku mengusik dan diusik rekan-rekan, konon lagi rekan yang sering lupa peralatan. Pak Ali (Ir. Muhammad Ali Ismail, M. Eng) sering minta tolong pada beberapa rekan, termasuk aku, yang sudah ujian sarjana untuk membantu rekan lain yang masih bergumul dengan benda dan alat uji berbasis tanah tersebut.

Tahun ini merupakan lustrum ke-5, di mana Fakultas Teknik Unsyiah memasuki usia 25 tahun, seperempat abad. Meskipun tidak banyak mahasiswa paham tentang arti lustrum dan kegiatan apa saja yang dilakukan pada hari bersejarah itu, sebelum tahun 1988. Namun kali ini, banyak kegiatan ekstrakurikuler yang diusung civitas akademika, baik sesama mahasiswa, antar fakultas, antar dosen, dan antar alumni. Dalam Musyawarah Besar Pertama Keluarga Alumni Fakultas Teknik (KAFT) Universitas Syiah Kuala, Pak Ali ditunjuk sebagai Panitia Penyusunan Buku Seperempat Abad Fakultas Teknik Unsyiah, melalui Surat Keputusan Panitia Mubes I Keluarga Alumni Fakultas Teknik Unsyiah, nomor KEP-01/PAN/MUBES I KAFT-UNSYIAH/1988, tanggal 30 Agustus 1988. Buku tersebut berisikan daftar nama-nama alumni Fakultas Teknik Unsyiah sejak lulusan perdana hingga lulusan 1988 dari semua jurusan. Dari buku ini pula terinformasikan sosok-sosok alumni yang berpotensi memimpin kebersamaan almamater yang terikat dalam suatu legalitas almamater, yakni identitas alumni berupa nomor registrasi alumni. Pak Ali sering bercerita kepada kami tentang kekuatan hubungan alumni di luar dengan yang mengabdi sebagai dosen. “Ada transfer keterampilan di interaksi itu,”  sirat Pak Ali. Beberapa dosen senior pemikir wadah ikatan alumni sering rapat kecil di salah satu ruang bagian selatan Laboratorium Mekanika Tanah. Sekira bulan Mei atau Juni 1988, sesekali terlihat Pak Dib, panggilan akrab Ir Soedibyo Oenoes, Dipl HE, dosen senior dan pakar pengairan yang cukup idealis. Juga Pak Imran, panggilan akrab Ir Imran A Rahman, M Eng, Pak Buchari, panggilan mahasiswa kepada Ir Buchari RA, M Eng, yang waktu itu menjabat dekan, serta beberapa dosen lain yang lebih junior. Mereka saling diskusi dan mendesain masa depan alumni dalam suatu wadah yang kokoh, “tidak sekedar perkumpulan belaka,” sayup terdengar komentar salah seorang dari para pahlawan pendidikan di ruang itu.

Buku alumni Fakultas Teknik 1963-1988
produk bersama di bawah koordinasi
Ir M Ali Ismail, M Eng, 1988
Kami yang datang bergerombolan ke laboratorium dan biasa membuat ribut di depan pintu masuk, terdiam seketika. “Bek karu, ku seukok ngon peunyampoh nyoe,” bentak Bang Saleh, petugas kebersihan di tempat itu. Walaupun Bang Saleh sering jadi “bulan-bulanan” Maimun Bewok, panggilan akrab Ir maimun Js, tapi kali ini kami patuh. “Iyalah, Bang Saleh aja hormat sama dosen, kok kita tidak,” kata Amat Lukis alias Ir Rachmatsyah Nusfi.

Dengan tidak menggunakan waktu lama, para dosen senior mulai memenej tugas mereka masing-masing. Meskipun penyelesaian tugas mereka produk kolaborasi sebagian dosen lain bersama para aktivis mahasiswa, namun karya yang dihasilkan bukanlah mudah tanpa pengorbanan moril dan materil. Produk itu meliputi, tatib Mubes, rancangan AD-ART, dan pendataan alumni dari tahun 1963 hingga 1988. Dalam kata pengantar buku “Alumni Fakultas Teknik Unsyiah Selama 25 Tahun” tertanggal 17 September 1988, Dekan Fakultas Teknik waktu itu, Ir. Buchari RA, M. Eng, menyampaikan bahwa, “Pada bagian akhir buku ini, diurut nama-nama alumni Fakultas Teknik Unsyiah menurut tahun kelulusan masing-masing. Edisi pertama ini dipersiapkan untuk menyongsong Musyawarah Besar I  alumni Fakultas Teknik Unsyiah bulan September 1988 yang akan datang.” Logo KAFT untuk Mubes saat itu diciptakan Amat Lukis, alumni 1988, mahasiswa  angkatan 1977.

Perhelatan besar alumni Fakultas Teknik itu dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa A Majid Ibrahim dalam tiga agenda pokok, yakni seremonial, seminar, dan pemilihan ketua alumni. Aku sendiri berperan memimpin hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan. Sementara Wesli mengiringi dengan piano yang memang tersedia di convention centre itu. Banyak petinggi daerah yang hadir saat pembukaan, di samping para alumni yang berada di dalam dan luar daerah. Termasuk Pak Sudarsono, dekan pertama fakultas yang pendiriannya berada pada urutan ke-4 di lingkungan Unsyiah.

Karya besar para dosen senior, termasuk Pak Ali Ismail dan Pak Buchari, andil mengantarkan suasana musyawarah besar yang diusung bersama itu meraih kenyamanan dan kebersamaan total bagi semua alumni. Ketulusan yang mereka bangun mampu mewarnai sikap para alumni pada masa 25 tahun silam. Penghargaan sesama alumni cukup tinggi dari tiga jurusan, sipil, mesin dan kimia. Kebersamaan yang terjadi seakan tiada sekat, tiada batas pemisah untuk mengusung tujuan saling dukung dalam suatu komunitas. Tidak mengherankan, pada waktu itu muncul sosok pemimpin yang bisa diterima seluruh alumni, yakni Ir Usman Budiman yang berpenampilan low profil. Pria kelahiran Sigli, 28 Pebruari 1951 ini masuk Fakultas Teknik pada tahun 1970 dan diwisuda pada 2 September 1979.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar