Selasa, 09 Oktober 2012

JEMBATAN ABUNAWAS

Jembatan Loskala, pandangan dari Utara ke Selatan, 2003


Jembatan Loskala Lhokseumawe
300912

Aku teringat waktu itu sekira tahun 1995. Bupati Aceh Utara, Karimuddin Hasybullah. Aku masih berjabatan Pemimpin Proyek Peningkatan Jalan Kabupaten Aceh Utara. Suatu hari Beliau memerintahkanku untuk membuat konsep jalan tembus Loskala dan Pusong. Menurut hematku, infrastruktur penting di ruas jalan itu adalan dua jembatan, yakni jembaran Pusong dan Loskala.  Sementara jembatan untuk menuju pusat pemerintahan Aceh Utara hanya jembatan Cunda II di terminal dan Cunda I.

Perintah itu kulanjutkan dengan survey dan menghubungi Keuchik Ujong Blang, Budinsyah (alm) untuk memintakan kesediannya menyelesaikan lahan jembatan Loskala yang masih kayu seta badan jalan yang masih berupa tanggul tebat. Beliau segera menyatakan tiada ganti rugi dan bersedia menyelesaikannya. Tentu aku senang sekali ketika itu karena aku dapat membuktikan aku sanggup memenuhi konsep Pak Karim, panggilan akrab Pak Bupati.

Dalam waktu yang relatif singkat, aku dapat menyelesaikan desain jebatan beton berkat bantuan rekan-rekan dari konsultan PT Pilar Teguh Perkasa.  Pada tahun 1996 jembatan itu dibangun, sementara rekanannya adalah PT Puncak Perdana yang dipimpin Nasruddin M Nur, tanpa biaya memadai. Tahun 1997 jembatan ini rampung meski jalan pada jembatan itu masih berupa tanggul tapi sudah dapat dilalui sepeda motor.

Tahun 1998, terjadi pergantian Bupati Aceh Utara. Isu negatif terhadap jembatan itupun berkembang. Mereka menyebutkan jembatan itu sebagai jembatan Abu Nawas karena tiada jalan yang bisa dilalui mobil. Tak ketinggalan pula banyak pihak yang menuduh di kawasan itu ada tambak milikku bersama T Zahedi, salah seorang stafku yang handal. Jembatan itu terpolitisir sebagai kegagalan konstruksi dari Pak Karim beserta Aku dan staf.

Namun alam berkata lain. Pada musim unjuk rasa di akhir 1998 sehingga jalan keluar kota melalui jembatan Cunda di Mon Geudong, pengendara berduyun-duyun melintasi jembatan Abu Nawas itu. Tuhan Pemilik Semesta Alam menunjukkan kebenaran bahwa kehadiran jembatan itu hanya untuk kemashlahatan umat. Sekarang kawasan sekitar jembatan itu semakin ramai saja oleh para pedagang kecil-kecilan.

Semoga keberhasilan pembangunan jembatan Loskala ini dapat menjadi sadaqah jariah bagi para pihak yang terlibat, khususnya kepada Pak Karim dan Budinsyah, selaku pimpinan daerah dan desa kala itu.  Bagi para pemerotes yang tidak paham tujuan pembangunan pada masa itu agar diberi petunjuk oleh Allah SWT serta pencerahan dalam rangka pembelajaran. 

Tatkala sedang dibangun jalan menuju jembatan Loskala dari Ujong Blang, 2003
pandangan dari jembatan Loskala ke utara, 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar