Selasa, 23 Oktober 2012

PEUSANGAN I

-->
Tradisi Pemberdayaan Economi Warisan Teuku (Ampon) Chik Peusangan

Sekurang-kurangnya ada 3 tradisi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang kerap diceritakan sebagian masyarakat Peusangan dan diakui telah cukup membantu pertumbuhan ekonomi kawasan seperti disaksikan hingga hari ini.
-->
Telah mentradisi, masyarakat Peusangan membangun pertokoan dirasakan sedikit berbeda dengan khalayak lain di seputaran Kabupaten Bireuen. Mereka menjarakkan garis sepadan  pertokoan itu dari tepi jalan raya. Tujuan perlakuan ini tak lain hanyalah untuk memudahkan pesinggah berlama-lama di kota kecil itu. Banyak pendapat tentang perlakuan ini, namun kebiasaan ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah penguasa peusangan masa silam, tatkala Ampon Chik Peusangan memimpin wilayah itu. Hampir tak terbantahkan bahwa konsep meramaikan pasar yang dilakukan pemimpin itu masih ditaati masyarakat hingga saat ini.  
Tradisi mengadakan hari meugang selama dua hari menjelang puasa, pada  lebaran puasa dan haji dapat disaksikan hingga hari ini. Tujuan diadakannya meugang pertama yaitu dua hari sebelum hari raya atau puasa, adalah untuk memberi kesempatan bagi masyarakat pesisir Peusangan seperti kawasan Jangka memasarkan produk mereka. Hingga saat ini pada meugang pertama (meugang chek) terlihat masyarakat petambak menjajakan ikan bandeng hasil usaha tambak mereka. Dengan demikian masyarakat pesisir juga menikmati penghasilan di hari itu.
          Selanjutnya masyarakat tidak diperbolehkan masuk ke wilayah hari pekan, jika tidak membawa barang dagangan dari kampung masing-masing. Tradisi ini menjadikan masyarakat Peusangan yang mengunjungi hari pekan, yaitu hari Kamis hingga sekarang, tidak hanya menghabiskan uang mereka pada hari keramaian itu. Tetapi menjajakan juga hasil produksi mereka apapun bentuknya. Upaya ini cukup potensi untuk membangun masyarakat Peusangan ke arah produktif.
          Menanam pekarangan yang masih kosong dengan buah-buahan yang sesuai. Keputusan ini diterapkan Ampon Chik Peusangan untuk menciptakan nilai tambah dari lahan-lahan masyarakat. Banyak masyarakat mengakui bahwa banyaknya buah-buahan dari kebun masyarakat di Matang Geulumpang Dua merupakan produk tanaman tua yang ditanam masa kepemimpinan Ampon Chik tersebut.
          Demikian kisah kebijakan ekonomi masyarakat versi Ampon Chik Peusangan yang nyata dan membangun tradisi masyarakat dalam beraktivitas memenuhi tuntutan ekonomi.(raz)

Matang Geulumpang Dua, ibukota Kecamatan Peusangan, 2008




Tidak ada komentar:

Posting Komentar