Selasa, 09 Oktober 2012

RUNTUHNYA MESJID LAMPRIT, 26 Desember 2004

MESJID AL-MAKMUR BANDAR BARU, BANDA ACEH

aku menceritakan kembali tentang mesjid Baitul Makmur yang dibangun oleh seluruh warga Lamprit .
 

runtuhnya kubah mesjid Baitul Makmur, 26 Desember 2004

Kubah Mesjid runtuh pada 26 Desember 2004. difoto dengan HP Nokia 660


Sebagai salah seorang panitia junior pada pembangunan mesjid  Lamprit , aku coba mengenag kembali. Mesjid Lamprit dinamakan Mesjid Baitul Makmur yang dibangun oleh masyarakat Lamprit. Lokasinya di tepi jalan raya menuju Darussalam. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1979. Imam mesjid Lamprit waktu itu ialah Tgk Ahmad Abdullah yang cukup berkharisma. Beliau cukup tegas menghimbau warga Lamprit untuk membangun mesjid baru karena mesjid sebelumnya hanya berupa sebuah gudang yang berukuran kecil saja. Seluruh anak muda Lamprit kala itu cukup sigap membantu para orang tua untuk menimbun lahan mesjid. Pernah pula pemuda Lamprit mengdakan Bazar Amal untuk menymbang ke panitia mesjid sebesar Rp 20 juta. Biaya pembuatan mesjid itu pada tahun 1978 yakni sebesar Rp 133 juta. Kekompakan para orang tua dan anak muda Lamprit kala itu cukup baik sehingga setiap kegiatan gotong royong selalu saja ramai, terlebih lagi tatkala gotong royong di mesjid baru itu. Mesjid Baitul Makmur baru dapat digunakan secara umum pada tahun 1994, dalam keadaan belum sempurna. Namun demikian, penyempurnaan mesjid terus berlanjut.

Mesjid itu berkubah seperti payung, bukan seperti kubah mesjid lainnya yang menyerupai mesjid Baiturrahman, banda Aceh. Luasnyapun cukup memadai untuk ukuran Desa Bandar Baru, nama lain Desa Lamprit. Arsitek mesjid ini adalah Ali Djauhari, bertempat tinggal di jalan Pari, Bandar Baru. Ketua Panitia Pembangunan awalnya adalah Drs Ayub Yusuf, Sekda Aceh yang juga penduduk bandar Baru. Seluruh orang tua pada masa itu terlibat aktif dalam pembangunan mesjid ini.

Pada pristiwa tsunami 26 Desember 2004, kubah mesjid ini ambruk disusul tiang-tiangnya.  Praktis mesjid Baitul Makmur, karya masyarakat Bandar Baru tersebut hanya digunakan kurang lebih sepuluh tahun. Setelah beberapa tahun terbiarkan  rusak parah, mesjid ini dibangun kembali melalui bantuan salah satu negara Arab.

Mesjid Al Makmur, pengganti Mesjid Baitul Makmur, 2008


Tidak ada komentar:

Posting Komentar