Selasa, 30 Oktober 2012

KUBAH RAHMAT

Razuardi Ibrahim, 2012, di Puncak Islamic Centre, Lhokseumawe
Kubah Rahmat Diminati di Pesisir Utara Aceh
suatu hari, Oktober 2012, aku didatangi pewawancara tentang kubah mesjid Islamic Centre untuk ditanyai, aku beri penjelasan setahu-ku. Isi laporannya diberikan kepadaku, kira-kira seperti ini :
 
Kubah model ini hasil rancangan Rahmatsyah Nusfi yang semula khusus digunakan untuk Islamic Centre Lhokseumawe. Jumlah kubah pada masjid Islamic centre  tersebut yakni sembilan buah. Meskipun berbentuk sama, kubah-kubah tersebut terdiri dari tiga tipe ukuran. Tipe pertama, yakni kubah utama dengan posisi tepat di tengah bangunan, berukuran paling besar sebanyak satu unit dengan diameter 19,5  dan tinggi 21,68 meter. Tipe kedua berdiameter 12,17 setinggi 13,9 meter, sebanyak empat buah. Sementara tipe ketiga berdiameter 8,64 dengan tinggi 8 meter sejumlah empat buah.
Kubah Rahmat dalam pemasangan mozaik, 2012
Kubah ini dilengkapi tekstur motif warna warni. Desain kubah ini didasari sejarah  perjalanan Islam ke Aceh melalui Persia dan motif kerajinan motif taplak meja masyarakat Aceh. Terbuat dari  glassfibre reinforcement cement (GRC) yaitu suatu produk material konstruksi dari campuran, semen, pasir halus,  serat fiber, dan bahan  perekat  yang dilapisi mozaik.
Pada puncak kubah, Rachmat melengkapi dengan penangkal petir yang dibentuk serupa boh ru, perlengkapan raja-raja atau hulubalang Aceh terdahulu yang diikatkan dengan sutera kuning bersama kunci peti kerajaan yang diselempangkan di pundak. Akan tetapi boh ru pada mesjid ini diberi motif bunga-bungaan yang banyak dijumpai pada benda-benda kuno peninggalan masa Kerajaan Aceh.
Menurut Razuardi Ibrahim, advisor pengawas Mesjid yang sedang dibangun itu, “Kubah Rahmat ini telah diminati hampir di seluruh pesisir utara Aceh, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan kota lhokseumawe sendiri. Doperkirakan lebih dari seratus mesjid baru menggunakan kubah jenis ini. “Disamping praktis, kubah ini mudah dibentuk sesuai ukuran saat pembuatannya di pabrik,” kata razuardi
Selera masyarakat telah beralih dari kubah gujarat pada mesjid raya Baiturahman Banda Aceh ke kubah rahmat yang lebih mencirikan ke-Acehan.
Kehadiran kubah rahmat di awal abad ke 21 ini diramalkan akan merubah cara pandang sebagian orang terhadap bentuk sebuah mesjid, tidak lagi terkekang keharusan dengan mesjid berkubah Gujarat.

2 komentar: